Sejarah GAM (Gerakan Aceh MErdeka)



Assalamualaikum,,,,
Para pecinta sejarah giman kalau kali ini Admin yang ganteng ini bagi2 Sejarah GAM (gerakan Aceh merdeka)
Hanya  bersama kami 609magz

Bicara GAM (Gerakan Aceh Merdeka), mau tak mau, harus bicara kelahiran negara Republik Indonesia. Sebab, dari situlah kisah gerakan menuntut kemerdekaan dimulai. Lima hari setelah RI diproklamasikan, Aceh menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap kekuasaan pemerintahan yang berpusat di Jakarta. Dibawah Residen Aceh, yang juga tokoh terkemuka, Tengku Nyak Arief, Aceh menyatakan janji kesetiaan, mendukung kemerdekaan RI dan Aceh sebagai bagian tak terpisahkan. Pada 23 Agustus 1945, sedikitnya 56 tokoh Aceh berkumpul dan mengucapkan sumpah. ”Demi Allah, saya akan setia untuk membela kemerdekaan Republik Indonesia sampai titik darah saya yang terakhir.” Kecuali Mohammad Daud Beureueh, seluruh tokoh dan ulama Aceh mengucapkan janji itu. Pukul 10.00, Husein Naim dan M Amin Bugeh mengibarkan bendera di gedung Shu Chokan (kini, kantor gubernur). Teuku Nyak Arief Gubernur di bumi Serambi Mekkah.
Tetapi, ternyata tak semua tokoh Aceh mengucapkan janji setia. Mereka para hulubalang, prajurit di medan laga. Prajurit yang berjuang melawan Belanda dan Jepang. Mereka yakin, tanpa RI, mereka bisa mengelola sendiri negara Aceh. Inilah kisah awal sebuah gerakan kemer
dekaan. Motornya adalah Daud Cumbok. Markasnya di daerah Bireuen. Tokoh-tokoh ulama menentang Daud Cumbok. Melalui tokoh dan pejuang Aceh, M. Nur El Ibrahimy, Daud Cumbok digempur dan kalah. Dalam sejarah, perang ini dinamakan perang saudara atau Perang Cumbok yang menewaskan tak kurang 1.500 orang selama setahun hingga 1946. Tahun 1948, ketika pemerintahan RI berpindah ke Yogyakarta dan Syafrudin Prawiranegara ditunjuk sebagai Presiden Pemerintahan Darurat RI (PDRI), Aceh minta menjadi propinsi sendiri. Saat itulah, M. Daud Beureueh ditunjuk sebagai Gubernur Militer Aceh.Oleh karena kondisi negara terus labil dan Belanda merajalela kembali, muncul gagasan melepaskan diri dari RI. Ide datang dari dr. Mansur. Wilayahnya tak cuma Aceh. Tetapi, meliputi Aceh, Nias, Tapanuli, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkalis, Indragiri, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Minangkabau. Daud Beureueh menentang ide ini. Dia pun berkampanye kepada seluruh rakyat, bahwa Aceh adalah bagian RI. Sebagai tanda bukti, Beureueh memobilisasi dana rakyat. Setahun kemudian, 1949, Beureueh berhasil mengumpulkan dana rakyat 500.000 dolar AS. Uang itu disumbangkan utuh buat bangsa Indonesia. Uang itu diberikan ABRI 250 ribu dolar, 50 ribu dolar untuk perkantoran pemerintahan negara RI, 100 ribu dolar untuk pengembalian pemerintahan RI dari Yogyakarta ke Jakarta, dan 100 ribu dolar diberikan kepada pemerintah pusat melalui AA Maramis. Aceh juga menyumbang emas lantakan untuk membeli obligasi pemerintah, membiayai berdirinya perwakilan RI di India, Singapura dan pembelian dua pesawat terbang untuk keperluan para pemimpin RI. Saat itu Soekarno menyebut Aceh adalah modal utama kemerdekaan RI.
Setahun berlangsung, kekecewaan tumbuh. Propinsi Aceh dilebur ke Propinsi Sumatera Utara. Rakyat Aceh marah. Apalagi, janji Soekarno pada 16 Juni 1948 bahwa Aceh akan diberi hak mengurus rumah tangganya sendiri sesuai syariat Islam tak juga dipenuhi. Intinya, Daud Beureueh ingin pengakuan hak menjalankan agama di Aceh. Bukan dilarang. Beureueh tak minta merdeka, cuma minta kebebasan menjalankan agamanya sesuai syariat Islam. Daud Beureueh pun menggulirkan ide pembentukan Negara Islam Indonesia pada April 1953. Ide ini di Jawa Barat telah diusung Kartosuwiryo pada 1949 melalui Darul Islam. Lima bulan kemudian, Beureueh menyatakan bergabung dan mengakui NII Kartosuwiryo. Dari sinilah lantas Beureueh melakukan gerilya. Rakyat Aceh, yang notabene Islam, mendukung sepenuhnya ide NII itu. Tentara NII pun dibentuk, bernama Tentara Islam Indonesia (TII). Lantas, terkenallah pemberontakan DI/TII di sejumlah daerah. Beureueh lari ke hutan. Cuma, ada tragedi di sini. Pada 1955 telah terjadi pembunuhan masal oleh TNI. Sekitar 64 warga Aceh tak berdosa dibariskan di lapangan lalu ditembaki. Aksi ini mengecewakan tokoh Aceh yang pro-Soekarno. Melalui berbagai gejolak dan perundingan, pada 1959, Aceh memperoleh status propinsi daerah istimewa.
Beureueh merasa dikhianati Soekarno. Bung Karno tidak mengindahkan struktur kepemimpinan adat dan tak menghargai peranan ulama dalam kehidupan bernegara. Padahal, rakyat Aceh itu sangat besar kepercayaannya kepada ulama. Gerilya dilakukan. Tetapi, Bung Karno mengerahkan tentaranya ke Aceh. Tahun 1962, Beureueh dibujuk menantunya El Ibrahimy agar menuruti Menhankam AH Nasution untuk menyerah. Beureueh menurut karena ada janji akan dibuatkan UU Syariat Islam bagi rakyat Aceh (baru terwujud tahun 2001).
GAM lahir di era Soeharto. Saat itu, sedang terjadi industrialisasi di Aceh. Soeharto benar-benar mencampakkan adat dan segala penghormatan rakyat Aceh. Efek judi melahirkan prostitusi, mabuk-mabukan, bar, dan segala macam yang bertentangan dengan Islam dan adat rakyat Aceh. Kekayaan alam Aceh dikuras melalui pembangunan industri yang dikuasai orang asing melalui restu pusat. Sementara rakyat Aceh tetap miskin. Pendidikan rendah, kondisi ekonomi sangat memprihatinkan. Melihat hal ini, Daud Beureueh dan tokoh tua Aceh yang sudah tenang kemudian bergerilya kembali untuk mengembalikan kehormatan rakyat, adat Aceh dan agama Islam. Pertemuan digagas tahun 1970-an. Mereka sepakat meneruskan pembentukan Republik Islam Aceh, yakni sebuah negeri yang mulia dan penuh ampunan Tuhan. Kini mereka sadar, tujuan itu tak bisa tercapai tanpa senjata. Lalu diutuslah Zainal Abidin menemui Hasan Tiro yang sedang belajar di Amerika. Pertemuan terjadi tahun 1972 dan disepakati Tiro akan mengirim senjata ke Aceh. Zainal tak lain adalah kakak Tiro. Sayang, senjata tak juga dikirim hingga Beureueh meninggal. Hasan Asleh, Jamil Amin, Zainal Abidin, Hasan Tiro, Ilyas Leubee, dan masih banyak lagi berkumpul di kaki Gunung Halimun, Pidie. Di sana, pada 24 Mei 1977, para tokoh eks DI/TII dan tokoh muda Aceh mendirikan GAM. Selama empat hari bersidang, Daud Beureueh ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi. Sementara Hasan Tiro yang tak hadir dalam pendirian GAM itu ditunjuk sebagai wali negara. GAM terdiri atas 15 menteri, empat pejabat setingkat menteri dan enam gubernur. Mereka pun bergerilya memuliakan rakyat Aceh, adat, dan agamanya yang diinjak-injak Soeharto.
Miliki Pabrik Senjata dan Berlatih di Libia
Setelah didirikan, GAM mendapat dukungan rakyat. Hubungan dengan dunia internasional terus dibangun. Kekuatan bersenjata pun disusun. Berapa anggota GAM, bagaimana kekuatannya, jaringan internasionalnya, dan dananya?
Masih ingat deadline maklumat pemerintah 12 Mei 2003 lalu. Hingga batas waktu ultimatum, pemerintah tak juga mengeluarkan keputusan sebagai tanda awal operasi militer ke Aceh. Konon, saat itu pemerintah menghitung kekuatan TNI di sana. Ada kekhawatiran, TNI bakal dilibas GAM melalui perang gerilya. Secara tidak langsung, kabar ini menyiratkan ketangguhan kekuatan bersenjata GAM. Sesungguhnya jumlah anggota GAM itu sebagian besar rakyat Aceh. Filosofinya begini. Jika rakyat terus ditindas, maka seluruh rakyat itu akan bangkit melawan. Dan, hal seperti inilah yang terjadi di bumi Serambi Mekah itu. Perlawanan GAM mendapat simpati luar biasa dari rakyat Aceh. Rakyat yang lama ternista dan teraniaya. Sambil berkelakar, Panglima Tertinggi GAM dan Wakil Wali Negara Aceh Tengku Abdullah Syafei (alm) sempat mengatakan, bayi-bayi warga Aceh telah disediakan senjata AK-47 oleh GAM. Mereka akan dididik dan dilatih sebagai tentara GAM dan segera pergi berperang melawan TNI.
Sejatinya, basis perjuangan GAM dilakukan dalam dua sisi, diplomatik dan bersenjata. Jalur diplomasi langsung dipimpin Hasan Tiro dari Swedia. Opini dunia dikendalikan dari sini. Sementara basis militer dikendalikan dari markasnya di perbatasan Aceh Utara-Pidie. Seluruh kekuatan GAM dioperasikan dari tempat ini. Termasuk, seluruh komando di sejumlah wilayah di Aceh dan di beberapa negara seperti Malaysia, Pattani (Thailand), Moro (Filipina), Afghanistan, dan Kazakhstan. Tetapi, kerap GAM menipu TNI dengan cara mengubah-ubah tempat markas utamanya. Di seluruh Aceh, GAM membuka tujuh komando, yaitu komando wilayah Pase Pantebahagia, Peurulak, Tamiang, Bateelik, Pidie, Aceh Darussalam, dan Meureum. Masing-masing komando dibawahi panglima wilayah.
Sejak berdiri tahun 1977, GAM dengan cepat melakukan pendidikan militer bagi anggota-anggotanya. Setidaknya tahun 1980-an, ribuan anak muda dilatih di camp militer di Libia. Saat itu, Presiden Libia Mohammar Khadafi mengadakan pelatihan militer bagi gerakan separatis dan teroris di seluruh dunia. Hasan Tiro berhasil memasukkan nama GAM sebagai salah satu peserta pelatihan. Pemuda kader GAM juga berhasil masuk dalam latihan di camp militer di Kandahar, Afghanistan pimpinan Osama bin Laden. Gelombang pertama masuk tahun 1986, selanjutnya terus dilakukan hingga akhir 1990. Selama DOM, pengiriman tersendat. Tetapi, angkatan 1995-1998 sudah mendapat latihan intensif. Ketika DOM dicabut, prajurit dari Libia ini ditarik ke Aceh. Jumlahnya sekitar 5.000 personel dan dijadikan pasukan elite GAM (semacam Kopassus). Jalur ke Libia memang agak mudah. Dari Aceh, para pemuda Aceh itu dikirim melalui Malaysia lalu menuju Libia. Jalur lainnya dari Aceh lalu ke Thailand menuju Afghanistan dan melanjutkan ke Libia. Dari jalur ketiga, yakni melalui Aceh menuju Filipina Selatan dan ke Libia. Tiga jalur penting ini hampir selalu lolos dari jangkauan petugas imigrasi, polisi, dan patroli TNI-AL. Di era Syafei hingga sekarang dipegang Muzakkir Manaf, personel GAM terdiri atas pasukan tempur, intelijen, polisi, pasukan inong baleh (pasukan janda korban DOM) dan karades (pasukan khusus) serta Lasykar Tjut Nyak Dien (tentara wanita). Wakil Panglima GAM Wilayah Pase Akhmad Kandang (alm) pernah mengklaim, jumlah personel GAM 70 ribu. Anggota GAM 490 ribu. Jumlah itu termasuk jumlah korban DOM 6.169 orang.
Sumber resmi Mabes TNI cuma menyebut sekitar enam ribu orang. Mantan Menhan Machfud MD menyebut 4.869 personel. Dari jumlah itu, 804 di antaranya dididik di Libia dan 115 dilatih di Filipina — Moro. Persediaan senjatanya terdiri atas pistol, senapan, GLM, mortir, granat, pelontar granat, pelontar roket, RPG, dan bom rakitan. Jenis senapan di antaranya AK-47, M-16, FN, Colt, dan SS-1. Dari mana persenjataan itu diperoleh? Ada jalur internasional yang menyuplainya. Sejumlah negara disebut antara lain, gerakan separatis Pattani Thailand, Malaysia, gerakan Islam Moro Filipina, eks pejuang Kamboja, gerakan separatis Sikh India, gerakan Elan Tamil, dan Kazhakstan serta Libia dan Afghanistan. GAM juga membuat pabrik senjata. Di antaranya, di Kreung Sabe, Teunom — Aceh Barat — dan di Lhokseumawe dan Nisau-Aceh Utara serta di Aceh Timur. Jenis senjata yang diproduksi seperti bom, amunisi, senjata laras panjang dan pendek, pabrik senjata ini bisa dibongkar pasang sesuai dengan kondisi medan. Jika akan diserbu TNI, pabrik senjata telah dipindahkan ke daerah lain. Para ahli senjata disekolahkan ke Afghanistan dan Libia.
Senjata-Senjata GAM juga berasal dari Jakarta dan Bandung. Pasar gelap senjata ini dilakukan oleh oknum TNI dan Polri yang haus kekayaan. Bagi GAM, asal ada senjata, uang tidak masalah. Sebab, faktanya GAM ternyata memiliki sumber dana yang sangat besar. Jumlah pembelian ke oknum TNI/Polri ini bisa trilyunan rupiah. Sebuah penggerebekan tahun 2000 oleh Polda Metro Jaya sempat menemukan kuitansi Rp 3 milyar untuk pembelian senjata GAM di pasar gelap dari oknum TNI. Kini, senjata yang dimiliki TNI juga dimiliki GAM. Yang tak dimiliki GAM adalah senjata berat. Sebab, sifatnya yang lamban. Prinsip GAM, senjata itu harus memiliki mobilitas tinggi, mudah dibawa ke mana-mana. Sebab, strategi perangnya yang hit and run. GAM bahkan mengaku memiliki senjata yang lebih modern daripada TNI. Misalnya, senjata otomatis yang dimiliki para karades. Senjata otomatis, berbentuk kecil mungil itu bisa tahan berhari-hari dalam air. Anggota karades inilah yang biasa menyusup ke kota-kota dan menyergap anggota TNI/Polri yang teledor.


Membeli senjata tentu dengan uang melimpah. Sebab, harganya yang tak murah. Lantas, dari mana mereka mendapatkan dana? GAM memiliki donatur tetap dari pengusaha-pengusaha Aceh yang sukses di luar negeri. Di antaranya, di Thailand, Malaysia, Singapura, Amerika, dan Eropa. Dana juga didapatkan dari sumbangan wajib yang diambil dari perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional di Aceh. Sebagai gambaran, tahun 2000 lalu, GAM meminta sumbangan wajib kepada seorang pengusaha lokal bernama Tengku Abu Bakar sebesar Rp 100 juta. Abu Bakar diberi surat berkop Neugara Atjeh-Sumatera tertanggal 15 Februari 2000 yang ditandatangani oleh Panglima GAM Wilayah Aceh Rajek Tengku Tarzura. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menyebut Pupuk Iskandar Muda pernah menyetor Rp 10 milyar ke GAM untuk biaya keamanan. GAM kerap melakukan gangguan bila tidak mendapatkan sumbangan wajib tersebut. Makanya, setiap bulan, GAM mendapat upeti dari para pengusaha ”sahabat GAM” itu. Sistem komunikasi GAM juga sangat canggih. Sistem komunikasi berlapis dilakukan GAM sebagai benteng pertahanan dan propaganda. Selain handytalky, GAM juga memiliki radio tranking, radar dan telepon satelit. GAM juga memiliki penyadap telepon. Acap kali gerakan TNI/Polri dimentahkan aksi-aksi penyadapan ini. Penggerebekan sering kali gagal total.
Sistem organisasinya yang disusun dengan sistem sel juga membantu GAM survive. Tidak mudah menemukan markas GAM. Meski, ada sebagian anggota GAM yang ditangkap. Antara anggota dan pejabat satu dengan yang lain kadang tidak berhubungan, tidak saling mengenal. Ketua Umum Forum Perjuangan dan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA) Shalahuddin Al Fatah menuturkan, sejak zaman Belanda, rakyat Aceh memang tidak pernah menang. Tetapi, rakyat Aceh tidak pernah ditaklukkan. Fakta sejarah pula, gerakan rakyat Aceh menentang pusat tidak pernah menang. Tetapi, TNI tidak pernah bisa menaklukkan mereka.




Beasiswa Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2012

609magz*Dalam rangka meningkatkan SDM Aceh, Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2012 kembali menyediakan sejumlah beasiswa. Program beasiswa ini terbuka untuk orang Aceh yang PNS dan non PNS dalam wilayah Aceh. Bidang-bidang yang di prioritaskan adalah:
 Bidang Prioritas
 Teknik
 MIPA 
Pertanian 
 Peternakan 
 Kehutanan
Lingkungan 
 Komunikasi 
 Jurnalis
 Ekonomi
 Hukum
 Seni Budaya
 Pendidikan
 Kesehatan
 Sains Olah Raga
 Ilmu Tafsir
 Ilmu Faraidh
 Ilmu Hadist
 Kebudayaan Islam
 Pendidikan Kejuruan 
 Perikanan
 Ilmu Politik


KETENTUAN MENDAFTAR
Persyaratan dan kriteria untuk melamar Beasiswa Pemerintah Aceh:
  1. Orang Aceh, sesuai dengan Qanun Aceh
  2. Sehat Jasmani dan Rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter
  3. Berusia Maksimal 20 tahun untuk S1, 30 Tahun untuk Master dan PhD bagi non PNS, dan 35 Tahun untuk PNS, dan 40 untuk Dosen PNS.
  4. Tidak sedang menerima beasiswa dari penyedia beasiswa lain.
  5. Telah memiliki Ijazah dan Daftar Nilai SMA untuk S1, Ijazah dan Transkrip Akademik S1 untuk S2, dan Ijazah dan Transkrip Akademik S2 untuk S3 (Surat Keterangan Lulus tidak akan diterima),  bagi lulusan S1 dan S2 dari luar negeri Ijazah telah disetarakan oleh DIKTI.
  6. Minimal TOEFL/TOAFL ASLI atau sample/equivalent 470 dan IELTS minimum band 5,5
  7. Minimum IPK 2,75 untuk lulusan PTN dan 3,30 untuk lulusan PTS yang telah terakreditasi. Minimum IPK mata kuliah inti 2,75.
  8. Jurusan yang dilamar harus linier dengan jurusan sebelumnya.
  9. Hanya boleh mendaftar pada 1 (satu) Program saja pada waktu yang bersamaan.
  10. Mengikuti seluruh tahapan seleksi yang diberikan oleh LPSDM dan perguruan tinggi penyelenggara.
  11. Bersedia mengikuti pendidikan Bahasa Inggris di Banda Aceh selama 3 bulan penuh yang diselenggarakan oleh Panitia.
  12. Bersedia mengikuti pendidikan Bahasa Jerman selama 7 bulan di Banda Aceh atau luar Banda Aceh yang ditentukan oleh panitia (khusus bagi pendaftar ke negara Jerman).
  13. Mengikuti ujian seleksi yang diadakan oleh panitia
  14. Mengisi formulir pendaftaran secara online yang disediakan panitia dan mengirim dokumen dengan cara mengupload melalui Web LPSDM Aceh seperti berikut:
    • Pasfoto ukuran 4 x 6 cm berwarna
    • Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir
    • Transkrip yang telah dilegalisir
    • Daftar riwayat hidup sesuai format yang disediakan
    • Fotokopi KTP dan KK
  15. Mendapat izin dari atasan setelah lulus seleksi.
  16. Pendaftaran dibuka pada tanggal 18 April 2012 dan ditutup pada tanggal 30 Mei 2012
  17. Bagi pelamar PNS dan non PNS yang berdomisili dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Singkil, Aceh Tenggara, Seumeulu, Gayo Lues dan Kota Subulussalam minimal TOEFL ITP 420, IBT 49 atau IELTS 5 dan IPK Minimal 3 untuk PTN dan 3.5 untuk PTS yang telah terakriditasi.

JENIS BEASISWA
1. BEASISWA DALAM NEGERI
Program 
Bidang 
Kuota
Keterangan 
1. Program Beasiswa Unggulan S1
    a. Pemenang Olimpiade Sains
    b. Olimpiade Lomba Kompetisi Siswa (LKS)
    c. Beasiswa untuk Siswa Berprestasi non Akademik (MTQ, PON, dll)
Semua Jurusan
 20
Juara 1 s/d 3 Tingkat nasional
2. Program Beasiswa S1 khusus
Pariswisata
 10
Calon/guru SMK Pariwisata
3. Program Pascasarjana (S2)
    a. Guru Pendidikan Agama Islam  (PAI)
    b. Guru SMK
    c. Guru Dayah
    d. Ilmu Faraidh (S2 dan S3)
Sesuai dengan rekomendasi dari dinas pendidikan dan Badan Dayah
 50
Guru daerah perbatasan dan terpencil

Bekerja sama dengan program pasca sarjana IAIN Ar-Raniry
4.    Program Dokter Spesialis 
Sesuai dengan rekomendasi dari RSU 
 25
Dokter Spesialis khusus untuk meningkatkan SDM RSU Rujukan dan RSU Pendidikan (RSU Abdya, RSU Datu Beru dan RSU Cut Meutia)


 105


2. BEASISWA LUAR NEGERI
    Beasiswa luar negeri hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke program S2 dan S3.
Negara 
Jurusan/Bidang 
Kuota 
Syarat untuk Keberangkatan
 S2
S3
Amerika
Teknik, MIPA, Pertanian, Peternakan, Ekonomi, Jurnalistik, Ilmu Politik, Hukum, Komunikasi dan kesehatan
15
5
TOEFL ITP 560, IBT 88 atau IELTS 6.5 
Jerman
Teknik, MIPA, Pertanian, Jurnalistik, Ekonomi, Komunikasi dan kesehatan
15
5
TOEFL ITP 540, IBT 76 atau IELTS 6.0
Australia
ADS, Ilmu Matematika, Pertambangan dan Perminyakan
30
5
TOEFL ITP 540, IBT 76 atau IELTS 6.0
Taiwan
Perikanan, Kelautan, IT, Industri , Desain Produk, Energi Keterbarukan dan Komunikasi
35
5
TOEFL ITP 500, IBT 59 atau IELTS 5.5
Thailand
Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan keperawatan
10
5
TOEFL ITP 500, IBT 59 atau IELTS 5.5
Malaysia
Pendidikan, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadist, Pendidikan Kejuruan, Psikologi, Sains Olah Raga dan Seni Budaya
25
5
TOEFL ITP 500, IBT 59 atau IELTS 5.5
Turki
Kebudayaan Islam, Geofisik, Pertambangan, Metalurgi, dan Perminyakan
15
5
TOEFL ITP 540, IBT 76 atau IELTS 6.0
Helsinki
Resolusi Konflik, Auditing dan Ilmu Politik
12
3
TOEFL ITP 540, IBT 76 atau IELTS 6.0
Perancis
Perhotelan (Double degree Prancis dan Universitas Udayana Bali)
15

TOEFL ITP 540, IBT 76 atau IELTS 6.0


172
38


3. BEASISWA ADS (Australia Development Scholarship)
Dalam rangka kerja sama antara Pemerintah Aceh dan ADS, khusus bagi PNS pada SKPA/SKPK dapat menyampaikan permohonan beasiswa ADS pada LPSDM Aceh.
  • Pendaftaran akan ditutup pada 17 Agustus 2012.
  • Segala syarat dan ketentuan yang berlaku untuk beasiswa ADS ini merujuk kepada pengumuman yang dikeluarkan oleh pihak ADS.
  • Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat di CD ADS 2012 yang dibisa diambil di kantor LPSDM Aceh.

TATA CARA PENDAFTARAN
1
Kunjungi Website LPSDM Aceh untuk melakukan registrasi online http://www.lpsdm.acehprov.go.id
2
Buat satu (1) Akun untuk anda masuk (Login) dan melakukan registrasi online
3
Tunggu Notifikasi (tanda terima) pembuatan akun anda oleh admin
4
Isilah form yang tersedia untuk melakukan registrasi online, ikuti setiap tahapan dengan lengkap dan teliti, pastikan bahwa seluruh data yang diberikan adalah benar.
5
Cetak Aplikasi online yang sudah terisi sempurna
6
Tunggu pemberitahuan dari admin bahwa data anda sudah diterima

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
1.    Mengisi Form Aplikasi dan Form Riwayat Hidup secara online secara keseluruhan.
2.    Fotocopy Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga.
3.    Fotocopy Ijazah Terakhir.
4.    Fotocopy Transkrip Akademik.
5.    Fotocopy English Proficiency (IBT, IELTS, dan ITP), dan bahasa asing lainnya jika ada.
6.    Surat Keterangan kesehatan dari Dokter pemerintah.
7.    Surat Pernyataan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun.
8.    Surat Izin Atasan (Khusus bagi PNS dan Karyawan BUMN).

Semua dokumen seperti yang disebut diatas diupload melalui Website LPSDM Aceh: http://www.lpsdm.acehprov.go.id

INFORMASI LEBIH LANJUT
  1. Semua syarat-syarat diatas dan informasi lebih lanjut dapat ditanyakan atau dilihat di Web LPSDM Aceh
  2. Formulir dan semua persyaratan yang di upload ke Web LPSDM Aceh menjadi hak milik LPSDM Aceh dan tidak akan dikembalikan
  3. Informasi selengkapnya dapat di lihat pada http://www.lpsdm.acehprov.go.id, atau hubungi melalui E-Mail: lpsdm@acehprov.go.id 

CATATAN
Program Ilmu Matematika (Double degree) LPSDM bekerjasama dengan Program Pasca Sarjana Unsyiah dan Curtin University Australia, pendaftaran ditutup pada tanggal 15 Mei  2012.
Silakan kunjungi website LPSDM Aceh di www.lpsdm.acehprov.go.id

Gempa Aceh2004 dan 2012


609magz*
JAKARTA–MICOM: Gempa Aceh 2004 dan 2012 berbeda jauh karena delapan tahun lalu lokasi gempa di sepanjang zona subduksi pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sekarang ini berlokasi di lempeng Indo-Australia, kata Pakar Tsunami Doktor Subandono Diposaptono.
“Beda jauh, dulu gempa terjadi di pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sekarang terjadi di lempeng Indo-Australia, atau sekitar 175 km lebih ke selatan,” kata Subandono yang juga Direktur Tata Ruang Laut dan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan itu di Jakarta, Rabu (11/4) malam.



Dengan demikian gempa Aceh yang terjadi kali ini merupakan gempa intraplate, bukan interplate seperti gempa Aceh berkekuatan 9,1 skala Richter pada tanggal 26 Desember 2004. Gempa intraplate tidak menyebabkan tsunami yang besar seperti halnya gempa interplate yang berada di zona subduksi.

“Gempa Aceh 2004 menyebabkan tepian dari lempeng Indo-Australia melenting ke atas sepanjang 1.300 km tegak lurus zone penunjaman tempat lempeng Samudra Hindia menyusup di bawah lempeng Eurasia (megathrust), dari mulai Simeuleu sampai Andaman dan membuat air laut surut dan kemudian menghempas ke daratan,” katanya.
Gempa kali ini, kata dia, hanya menyebabkan gerakan mendatar yang menyebabkan getaran dan riak gelombang di lautan. Kalaupun ada tsunami paling-paling tingginya hanya 10–20 cm saja atau paling tinggi tak lebih dari semeter.
Subandono juga mengingatkan pentingnya rencana tata ruang wilayah menjadi dasar dari pembangunan, khususnya di kawasan pontensial bencana gempa dan tsunami, sehingga diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana.
“Sayang sekali kalau kita sudah bangun kota dengan sebagus-bagusnya, tapi karena tsunami datang lagi, lalu kota kembali hancur, lalu kita harus membangunnya lagi,” katanya.
Ia mencontohkan Jepang yang dilanda gempa 9 SR pada bulan Maret 2011 dan menyebabkan tsunami hingga 10 meter dan menewaskan ribuan korban. Namun, setahun setelah itu belum ada upaya rekonstruksi karena pembangunan kembali baru setelah semua rencana sesuai dengan tata ruang berbasis mitigasi bencana sudah matang.
Rencana tata ruang wilayah, ujarnya, lebih penting daripada pembangunan tembok laut ataupun hutan pantai yang kurang efektif dalam meminimalkan risiko bencana.

Berita Gempa Aceh Jadi Sorotan Dunia


INILAH.COM, Jakarta - Kabar gempa di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (11/4) petang menjadi perhatian dunia. Sejumlah situs berita dunia menjadikan berita ini sebagai breaking news.

Situs berita dailymail.co.uk misalnya menjadikan pengumuman peringatan tsunami yang tertulis sebesar 8,7 skala richter di perairan lepas pantai Sumatera itu sebagai breaking news. Situs ini juga mengaitkan gempa besar ini dengan kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Cameron mengunjungi ibukota negara, Jakarta, yang berada 1.600 km sebelah selatan-timur provinsi tersebut. Seorang pejabat di Indonesia yang Meteorologi dan Geofisika mengatakan peringatan tsunami telah dikeluarkan.

Gempa ini mengingatkan peristiwa besar serupa di NAD yang disusul dengan tsunami parah pada 2004 silam. Saat itu NAD digoyang 9,1 skala Richter dan mengakibatkan korban tsunami 230.000 orang.

Situs berita aljazeera.com memuat judul berita Samudera Indonesia mendapat peringatan tsunami setelah gempa besar di NAD. Situ ini juga memberitakan warga Banda Aceh melompat ke mobil dan sepeda motor untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Kepanikan melanda warga di sekitar pantai.

Aljazeera juga memberitakan, statemen dari AS Pasifik Tsunami Warning Center yang mengaku belum bisa memastikan gelombang raksasa akibat gempa tersebut. "Gempa bumi sebesar ini memiliki potensi untuk menghasilkan tsunami destruktif luas yang dapat mempengaruhi garis pantai di cekungan Samudra seluruh India," katanya.

Peringatan tsunami juga dikeluarkan di Samudra Hindia secara keseluruhan termasuk Australia, Pakistan, Somalia, Madagaskar, dan banyak negara lain, tulis kantor berita tersebut. Juga dikutip pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan belum menerima laporan kerusakan dari gempa Aceh.

Situs reuters.com juga menjadikan berita gempa di sepanjang pantai Sumatera itu sebagai headline. Kantor berita ini mengungkapkan, warga sekitar kawasan itu keluar dari rumah mereka dan kantor dalam keadaan panik dan takut.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan peringatan tsunami berlaku untuk seluruh Samudera Hindia dan masing-masing negara, termasuk Thailand, Indonesia, Sri Lanka dan India.

Sedangkan Huffington Post memberitakan kepanikan melanda warga Banda Aceh setelah munculnya peringatan tsunami. Situs ini mengutip keterangan Said, seorang pejabat Indonesia di Meteorologi dan Geofisika bahwa peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk kota-kota di sepanjang pantai pulau Sumatera.

Huffington Post juga memberitakan, getaran gempa terasa sampai ke Singapura, Thailand, Bangladesh, Malaysia dan India. Gedung-gedung tinggi apartemen dan kantor-kantor di Malaysia mengguncang pantai barat paling sedikit satu menit. [mdr]


Mata-matai Al-Qaeda, AS Perluas Pangkalan Udara Rahasia di Afrika




Washington,
Militer Amerika Serikat tengah memperluas jaringan pangkalan udara rahasia di Afrika. Hal ini dilakukan untuk memata-matai jaringan Al-Qaeda dan kelompok-kelompok militan lainnya.

Menurut harian Washington Post seperti dilansir AFP, Kamis (14/6/2012), operasi pengintaian itu dilakukan oleh pesawat-pesawat turboprop kecil tak bertanda yang terbang ribuan kilometer antara pangkalan-pangkalan udara dan tempat-tempat pendaratan di hutan-hutan di wilayah benua hitam itu.

Program yang telah diluncurkan sejak tahun 2007 ini, menunjukkan perluasan masiv operasi pasukan khusus AS dalam beberapa tahun terakhir. Juga militerisasi operasi intelijen selama perang melawan Al-Qaeda yang telah berlangsung satu dekade.

Pangkalan-pangkalan di Burkina Faso dan Mauritania selama ini digunakan untuk memata-matai kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM). Sementara basis-basis di Uganda digunakan untuk memburu Lord's Resistance Army, gerakan gerilyawan brutal yang dipimpin Joseph Kony, yang diburu atas dakwaan kejahatan perang oleh Pengadilan Kejahatan Internasional atau ICC.

Menurut Washington Post, kini ada rencana untuk membuka pangkalan udara lain di Sudan Selatan guna membantu memburu Kony. Pria itu diburu atas keterkaitan dalam serangkaian kekejaman dan beroperasi di bagian-bagian wilayah Afrika tengah paling terpencil dan sulit dijangkau.

Di Afrika Timur, pesawat AS beroperasi di Djibouti, Ethiopia, Kenya dan Kepulauan Seychelles untuk memata-matai milisi Al-Shebab yang terkait Al-Qaeda.

Menurut The Post, salah satu pangkalan rahasia AS itu berada di tempat terpencil di Ouagadougou, ibukota Burkina Faso di Afrika Barat. Menteri Luar Negeri Burkina, Djibril Bassole menolak menjawab pertanyaan mengenai operasi pasukan khusus AS di negerinya.

Namun dikatakannya, pemerintah Burkina menghargai kerja sama keamanan AS. "Kami perlu memerangi dan melindungi perbatasan kami," cetus Bassole. "Begitu mereka menyusup ke negara kami, akan sangat, sangat sulit untuk mengeluarkan mereka," imbuhnya mengenai kelompok Al-Qaeda.

(ita/nrl)
Sumber

Pencuri Tertangkap Gara-gara Tekan Nomor Darurat




SERAMBINEWS.COM
- Komplotan pelaku pencurian mobil mewah di Washington, Amerika Serikat (AS), terbongkar, setelah seorang dari mereka secara tidak sengaja menekan nomor telepon darurat 911.


Menurut seorang anggota polisi Washington, seorang dari mereka, menghubungi 911, pada 14 Maret 2012, yang lalu, tanpa disengaja. Akibatnya bocorlah percakapan kelompok itu, tentang rencana mencuri beberapa buah mobil. Seperti dikutip dari Upi,com, Jumat (13/4/2012).


Telepon itu kemudian dilacak oleh polisi, dan diketahui penelepon berada di pusat Kota Seattle, di mana polisimendapat laporan bahwa sebuah Toyota 4-Runner, dicuri di sekitar daerah tersebut.


Tak disangka, nomor telepon genggam yang sama, kembali menghubungi 911, empat hari kemudian, dimana terdengar dua orang berbicara tentang Toyota Runner4-curian. Polisi kemudian melacak posisi telepon genggam itu dan menyusuri darimana asalnya.


Penyusuran tersebut, membawa polisi ke sebuah lokasi, dimana mereka menemukan sebuah mobil bermerek Honda, yang dilaporkan telah dicuri pada hari sebelumnya.


Ponsel yang sama, kemudian kembali menghubungi 911pada, 1 April 2012, kemarin, dimana pemiliknya terlacak berada di sebuah kompleks apartemen di wilayah Renton Highlands. Disanalah mereka mendapati Wesley Strom, (40).


Di hadapan petugas polisi, ia mengaku merupakan pelaku pencurian sejumlah mobil mewah. Ia juga mengaku, telepon genggamnya kerap kali menghubungi 911, tanpa ia tekan.

Editor : mufti
Postingan Lama Beranda