BANDA ACEH - Koperasi sebagai wadah pemerdayaan masyarakat didorong untuk berkiprah lebih maksimal menjadi lembaga yang mandiri dan mampu menciptakan produk yang bisa bersaing di dunia global. Demikian ditegaskan Setyo Heriyanto, Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM pada Kementerian Negara Koperasi dan UKM dalam Seminar Nasional Koperasi di Hotel Hermes Palace, Rabu (13/6).

“Koperasi harus dapat menempatkan dirinya pada posisi yang lebih baik, juga perlu dipikirkan bagaimana koperasi dapat melahirkan market sell,” katanya.

Dia sebutkan koperasi masa kini tidak hanya lagi sebatas untuk mengurusi kesejahteraan anggotanya, akan tetapi melalui wadah koperasi juga bisa merambah ke dunia bisnis yang lebih menjanjikan. Bahkan dalam konteks yang lebih luas koperasi sebagai lembaga berbadan hukum dapat memperluas jaringannya dengan merambah ke berbagai sektor bisnis untuk meningkatkan omset kelembagaan.

“Paradigma ini yang harus diubah. Bahwa memang koperasi bukan hanya sebatas mengurusi soal sembako untuk para anggotanya,” kata Setyo.

Menurutnya setiap koperasi tidak dapat berdiri sendiri, melainkan terikat dengan mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan secara kelembagaan maupun terstruktur sesuau Undang-undang.

Untuk itu, katanya, diperlukan satu manajemen yang mapan dan yang profesional dalam mengelola koperasi agar bisa berkembang labih pesat.

Sementara itu Team Leader Proyek Ekonomi Sosial Aceh Terpadu (PESAT) Syarifah Henny Buftheim menambahkan kopersi tidak hanya fokus pada materi dan individual, tetapi terintegrasi dalam sebuah wadah kebersamaan.

“Hal yang lebih penting adalah bagimana lewat koperasi bisa menghasikan sumberdaya manusia yang lebih baik dan mandiri,” katanya. (sar)

Editor : bakri
Sumber

Lahan Relokasi Korban Tsunami belum Dibayar

* Di Deah Mamplam
* Terancam Diusir Pemilik Tanah


BANDA ACEH - Ratusan korban tsunami mempertanyakan status rumah bantuan yang telah mereka tempati di kawasan relokasi di Gampong (Desa) Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Keuchik Deah Mamplam, Bukhari mengatakan, sudah tujuh tahun rumah itu ditempati warga. Seharusnya, status rumah sudah jelas dan korban tsunami sudah memiliki sertifikat hak milik atas tanah tersebut.

“Tapi, Pemerintah Aceh hingga kini belum membayar ganti rugi lahan perumahan korban tsunami kepada 33 pemilik tanah. Ini yang akan berdampak kami akan diusir oleh pemilik tanah ini,” kata Bukhari, Rabu (13/6).

Di lokasi relokasi korban tsunami 26 Desember 2004 itu, terdapat sebanyak 110 rumah dibangun oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, 100 unit bantuan World Vision dan 70 unit hibah Pemerintah Brunei Darussalam.

Rumah relokasi untuk korban tsunami Desa Deah Mamplam ini sekitar 14 hektare dengan perkiraan nilai pembebasan itu berkisar Rp 3 miliar dan sudah ada kesepakan awal agar pemerintah menyelesaikan pembayaran kepada pemilik lahan ini.

“Pemilik tanah berulang kali mendesak saya agar masalah ganti rugi itu segera diselesaikan. Bahkan, sering kali pemilik lahan akan memagar dan mengusir penghuni korban tsunami dari areal ini,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Bukhari, Pemerintah Aceh melalui Asisten II Bidang Ekonomi Sekda Provinsi Aceh, T Said Mustafa, telah menyurati Dinas Pengelolaan Keuangan Kekayaan Aceh (DPKKA) untuk segera menyelesaikan masalah ganti rugi tersebut.

“Bahkan, pihak panitia pembebasan tanah telah meminta pemilik lahan untuk membuka buku rekeningnya masing-masing pada 2010, namun hingga kini belum juga cair,” demikian Bukhari.(ant/*)

Editor : bakri
Sumber

Target Aceh di MTQN Kandas

Warga Kota Ambon dan mahasiswa melihat kaligrafi karya peserta MTQ Nasional Ke-24 di Kota Ambon, Maluku, Rabu (13/6). Dalam lomba Khat Naskah yang digelar di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon itu, utusan dari Aceh hanya mampu meraih peringkat IV atau Harapan I atas nama Zulfikriah.




* Hanya Empat Peserta ke Final



AMBON - Hingga Rabu (13/6) atau hari kelima Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-24 di Ambon, Maluku, seluruh peserta sudah menyelesaikan babak penyisihan pada 20 cabang yang diperlombakan. Kafilah Aceh yang berkekuatan 42 peserta hanya mampu menempatkan empat di antaranya ke babak final yang perlombaannya dijadwalkan mulai hari ini.



Wartawan Serambi di Ambon, Taufik Hidayatmelaporkan, empat duta Aceh yang dipastikan melaju ke final masing-masing dua orang untuk cabang Qira’at Sab’ah yaitu M Iqbal Hasan (kategori putra) dan Fadhliana TM Daud (kategori putri). Sedangkan dua lainnya yaitu



Nursiah Nurdin (cabang tilawah dewasa putri) dan Aqmarina Asarah (cabang hafiz 10 juz putri).



Dengan modal hanya empat peserta ke final, hampir bisa dipastikan target Aceh menjadi yang terbaik--apalagi juara umum MTQ Nasional Ke-24 di Ambon--seperti pernah disampaikan Ketua Kafilah Aceh, Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad, harus dikubur. Sebab, kekuatan empat finalis itu jauh berada di bawah provinsi lainnya.



Data sementara yang dicatat wartawan Serambi tadi malam, kafilah terbanyak menempatkan peserta di final antara lain Kepulauan Riau 14 peserta, DKI Jakarta 13 peserta, dan Banten 9 peserta. Selanjutnya banyak juga provinsi yang menempatkan finalis dengan kekuatan sama, seperti enam dan lima.



Hingga Rabu sore kemarin, hanya dua peserta Aceh yang diumumkan masuk final, yaitu M Iqbal Hasan dan Fadliana TM Daud. Waktu itu Aceh masih menggantungkan harapan pada beberapa nama lainnya seperti HM Akhir (cabang tilawah dewasa putra) dan Dzia Al-Abrar (hafiz 5 juz putra).



Setelah memastikan M Iqbal Hasan dan Fadliana TM Daud ke final, Ketua Kafilah Aceh, Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad kepada Serambi masih menggantungkan harapan setidaknya kepada empat peserta lainnya yaitu Aqmarina Asarah (hafiz 10 juz putri), Nursiah Nurdin (tilawah dewasa putri), HM Akhir (tilawah dewasa putra), dan Dzia Al-Abrar (hafiz 5 juz putra). Jika memang empat nama tersebut lolos, berarti ada enam finalis Aceh.



Nyatanya, berdasarkan pengumuman dewan hakim pada pukul 22.00 WIB tadi malam, dari empat andalan tersebut, hanya dua lagi yang menyusul M Iqbal dan Fadliana ke final yaitu Nursiah Nurdin dan Aqmarina Asarah.



Hingga tuntas perlombaan babak semifinal, seluruh peserta Aceh maupun pendamping dilaporkan dalam kondisi sehat-sehat saja. Seluruh anggota kafilah yang telah berguguran sejak babak awal maupun kandas di semifinal memberikan dukungan sepenuhnya untuk keberhasilan rekan-rekan mereka yang akan berjuang di babak final. “Insya Allah finalis Aceh akan mengukir prestasi terbaik,” kata seorang peserta yang gagal di babak semifinal.(th)

Rakyat Mesir Akan Pilih Pengganti Mubarak 16 Juni



Kairo, Rakyat Mesir akan memilih pengganti presiden terguling Hosni Mubarak dalam putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar Sabtu, 16 Juni ini.

Dalam pilpres tersebut, rakyat akan memilih antara seorang capres simbol era Mubarak atau capres Islami. Kedua capres adalah mantan perdana menteri Mesir, Ahmed Shafiq dan Mohammed Mursi dari Ikhwanul Muslimin, gerakan yang bersumpah akan mempertahankan tujuan perlawanan rakyat yang berhasil menggulingkan Mubarak.

Dalam putaran pertama pilpres, Mursi berada di urutan kedua dengan meraih 24,7 persen suara. Sementara rivalnya, Shafiq mendapatkan 23,6 persen suara. Dalam putaran pertama pada Mei lalu, ada 13 kandidat yang bersaing untuk terpilih sebagai pengganti Mubarak.

Pilpres ini telah membuat rakyat Mesir terbelah antara mereka yang takut atas kembalinya rezim lama di bawah kepresidenan Shafiq serta mereka yang ingin menjauhkan agama dari politik. Juga mereka yang menuding Ikhwanul Muslimin -- yang telah mendominasi parlemen -- memonopoli kekuasaan sejak revoluasi tahun 2011 lalu.

"Itu skenario terburuk yang mungkin," kata Hassan Nafea, profesor ilmu politik di Cairo University seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/6/2012).

"Jika Shafiq terpilih, ini artinya revolusi telah dibatalkan. Jika itu Mursi, negara akan dipimpin menurut program Ikhwanul Muslimin, yang ditolak sebagian besar warga Mesir," imbuhnya.

Pilihan yang sulit ini menyebabkan banyaknya seruan untuk melakukan boikot dalam putaran kedua pilpres nanti. Sebelumnya seruan boikot ini tidak dihiraukan banyak warga dalam pemilihan putaran pertama.

Kini, para aktivis terkemuka menyerukan sekitar 50 juta pemilih terdaftar untuk abstain atau mengosongkan kartu suara mereka. Dengan ini apakah sebagian besar pemilih Mesir akan menjadi golput? Kita lihat saja.

(ita/nrl)

Rita Uli Hutapea - detikNews

SANGGAR BIDJEH NANGGROE


SANGGAR SENI BIDJEH NANGGROE Mulai Mengepakkan Sayapnya dalam kancah adu bakat seni, khususnya seni yang bersifat 'keAcehan'.

Disini anda bisa mendapatkan berbagai macam kretifitas yang sungguh 'waaah' yang keluar dari 'kepala-kepala' yang sangat mencintai akan seni, khususnya seni yang telah diwariskan oleh para indatu kita yang telah bersusah payah mendirikan dan memperjuangkan Nanggroe yang sekarang ini kita nikmati hasilnya.

Pagi ini langsung kami (Nyak Oema bersama Odenk) postkan lambang untuk sementara ini sebelum 'dipatenkan' nantinya... hanya bermaksud untuk bertanya pada para pengamat, apakah ini cocok, menarik, atau kurang 'sregg' disantap mata... kritikan dan saran sangat kami harapkan dari saudara-saudara...

Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.
Selamat hari Raya Idul Fitri 1431h
Mohon ma'af Lahir Batin...
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda